Merajut asa, melihatmu sungguh aku terpesona
Seperti minum di siang hari, tenggorokanku tak akan pernah puas setelah di banjiri , oleh butir2 air yang mengalir menerobos masuk kedalam kerongkongan dan membasahi kenangan.
kenanganku mulai basah bahkan didalamnya tidak ada lagi kata marah, kenangan yang basah aku jadikan tinta untuk cerita aku akan berubah.
Yang ku butuhkan kini hanya buku yang akan kuisi dengan indah senyummu, melupakan segala masa lalu sembari bersama kita memulai yang baru, jiwaku yang biasanya berontak tak lagi mengamuk dalam teriak
Ia lebih tenang dia ternyata sudah tau betapa indahnya menunggu. menunggumu tanpa sabar, menunggumu untuk segera sadar.
Sadar bahwa aku dengan segala kekurangan ingin memberikan cinta yang penuh kesempurnaan. Walau aku tak mempunyai materi sebanyak dia tapi aku percaya cintaku lebih berharga, cinta tak pernah mendustai tuannya.
Segala perasaan sakit sebenarnya hanya ujian apakah aku kuat atau memang menyalahkan waktu karena terlambat. Terlambat memahami, pilihanmu dulu memang yang paling patut dihargai
Mau bagaimanapun yang terjadi dulu memanglah sudah berlalu , mari kita yang sekarang berdamai dengan waktu.
Buku yang aku simpan biarkan aku keluarkan, kita bisa mengisi judulnya dan kita pula yang akan menulis isinya :)
Comments
Post a Comment