Terasa berat ragaku untuk berlari, berlari tanpa mengingat segalanya pada tempo hari.
Lemak ini menumpuk ibarat kenangan yang membuatku semakin terpuruk, menghimpit sesak pengharapanku padamu masih kencang berdetak.
Mencoba membakar tumpukan lemak dengan berlari jauh dan mengelak, segala bahagiamu membuatku tercandu atas segala pelampiasan yang membuat tubuhku semakin bermekaran.
Namun terlempar, pahitnya kenyataan membuat tubuh ini semakin lebar. Mungkin karena aku selalu kenyang atas segala kenangan, saat bersamamu sungguh indah hingga hati terguncah saat menyadari perihnya perbedaan arah antara kita yang terang-terangan kau ucapkan.
Pada pengharapan baru aku mencoba menunggu, bahkan hingga ribuan waktu. Menyerahkan kepada alam hingga mengunduh segala hasil yang tertanam.
Memandang dunia yang selalu di penuhi segala perubahan baru hingga adanya pengharapan baru
Aku siap menunggu disini segala pemberian tuhan akan aku nikmati
Comments
Post a Comment