Kita punya pandangan istimewa tentang nilai, seakan nilai adalah alasan setiap posisi gontai. Naik turun tangga aku lakukan setiap hari demi kamuflase meraih prestasi, aku mulai resah tatkala membuat hati gundah, apa yang aku cari sebenarnya bukan berada disini, menyalahkan masa lalu akibat jurusan yang sepertinya keliru, menyalahkan waktu dan aku menjalaninya walau tak begitu mau..
Yah begitulah, sampai akhirnya aku sampai pada titik yang begitu membuat aku tak bisa berkutik, otakku terus di jejali tugas-tugas yang tak tau kata berhenti.. Aku mulai muak tetap tak bisa mengelak, menahan jeruji waktu sebab aku menemukan jalan buntu, mencoba kembali tetap terhalang perbedaan waktu itu dan masa kini.. aku harus ikhlas, iya aku tau dengan begitu jelas, alasan utamaku adalah orang tua yang dalam lamunan aku melihat mereka tersenyum bangga dan bahagia.
Masa semester tua dengan kebisingan tugas, mengingat cinta ternyata sama-sama naas
Kegagalan menyapa bukan hanya pada nilai yang tertulis, namun juga pada jawaban2 yang mereka lontarkan membuat hati teriris, saat aku coba memberikan perasaan saat itu juga organ dalamku mendapat goresan..
Fisik dan materi menjadi alasan nyata sebagai alasannya..
Bagaimana pun ini adalah kehidupan yang harus kunikmati semampuku walau imbasnya adalah tak seindah lamunan...
![]() |
( Setiap pagi aku lakukan karena penatnya kuliah ) |
Comments
Post a Comment