Skip to main content

Mahasiswa semester tua

Kita punya pandangan istimewa tentang nilai, seakan nilai adalah alasan setiap posisi gontai. Naik turun tangga aku lakukan setiap hari demi kamuflase meraih prestasi, aku mulai resah tatkala membuat hati gundah, apa yang aku cari sebenarnya bukan berada disini, menyalahkan masa lalu akibat jurusan yang sepertinya keliru, menyalahkan waktu dan aku menjalaninya walau tak begitu mau..

Yah begitulah, sampai akhirnya aku sampai pada titik yang begitu membuat aku tak bisa berkutik, otakku terus di jejali tugas-tugas yang tak tau kata berhenti.. Aku mulai muak tetap tak bisa mengelak, menahan jeruji waktu sebab aku menemukan jalan buntu, mencoba kembali tetap terhalang perbedaan waktu itu dan masa kini.. aku harus ikhlas, iya aku tau dengan begitu jelas, alasan utamaku adalah orang tua yang dalam lamunan aku melihat mereka tersenyum bangga dan bahagia.

Masa semester tua dengan kebisingan tugas, mengingat cinta ternyata sama-sama naas
Kegagalan menyapa bukan hanya pada nilai yang tertulis, namun juga pada jawaban2 yang mereka lontarkan membuat hati teriris, saat aku coba memberikan perasaan saat itu juga organ dalamku mendapat goresan..

Fisik dan materi menjadi alasan nyata sebagai alasannya..

Bagaimana pun ini adalah kehidupan yang harus kunikmati semampuku walau imbasnya adalah tak seindah lamunan...


( Setiap pagi aku lakukan karena penatnya kuliah )

Comments

Popular posts from this blog

Overload

Keping demi keping kaset aku jejalkan kedalam cd-rom notebookku, entah dia kuat atau tidak menahan begitu banyak memori itu. Seperti hukum katalis sebab akibat, kita akan kuat jika tidak terlalu berat, mirisnya kenangan yang telah terlewat adalah salah satu penghancur memori sebenarnya. Di balik kenangan indah akan selalu terselip duri lancip yang menusuk jeroan hingga kenangan kenangan bahagia membusuk karena enggan.. Mendaur ulang semua ingatan pahit karena ruang semakin sempit, Hancukan dengan bom senyuman... Caci maki dengan kata2 kebahagiaan... Injak dengan perasaan yang enggan beranjak... Pergi dengan tujuan untuk kembali... Ntahlah... yang terjelas kini adalah selalu ada terik terang saat cahaya di sorotkan , walau kecil aku sudah berani mencicil. Langkah demi langkah aku coba menapakkan harapanku pada pijakan baru , menyusuri kerumunan yang penuh dengan nyanyian. Yang busuk tak selamanya tak berarti ia juga bisa menjadi pupuk untuk hati yang lelah menunggu ...

Penyendiri Kronis

Seseorang penyendiri melewati mimpi tanpa tertutup matanya, terbangun tanpa membuka mata, meneguk pahit sementara semua orang memakan manisan, mendengar bisikan sementara dia rindu kata yang jelas. Bosan sahabat baiknya, sedang bahagia pergi dengan mencaci maki, mengapa kau tak bertanya bagaimana mungkin? Pilihan sulit menjerumuskan katanya dengan menggaruk kulit di antara rambut. Mengapa tak menemukan pilihan baru, dia cuma debu yang ditiup kesana kemari oleh angin , entah angin buatan atau pun yang sejati .. Prasangka buruk pola pikirnya, entah teracuni apa yang sudah di alami ataupun memang naluri penyendiri, pemikiran sempit mungkin sudah sesak dengan kotak berisi harapan yang hilang hanyut dari permukaan bahagia..

Simple past tense

Ada harap cemas kala aku menorehkan pena, hingga suara kertas menghentakkan luka. Seperti dahulu ketika aku disampingmu, tanpa bahagia yg tertoreh hanya luka. Ada satu hal yg kuyakini bahwa kau tak sedang dimiliki, namun ketika aku berdiri di depan pintu yg kau beri hanya senyuman semu. Kepalsuanmu hinggap kala berjalannya waktu. Tanpa kusadari hadirnya menggeserku untuk terganti, engkau terdiam saat kutanya siapa ? Siapa dia ? Jawaban yang kau beri hanya sesuatu yg tak pasti. Lamunan hari selalu saja tentang senyum indah di bibirmu. Kipas yg berputar tak mampu mendinginkan hati yg bergetar, saat dia menggeserku tanpa tau siapa yg sedang didekatmu, aku tersadar terkapar tanpa sinar dimata bundar, yang ku tau adalah apa yg kau mau dan itu bukan aku... Mencintaimu.  Adalah kata kerja yang pernah kugunakan dengan penuh penyesalan. Mencintaimu, adalah melepas emosi kesempurnaan yang tertuju pada satu keindahan. Mencintaimu adalah mengubur segala rasa hingg...