Melamun di malam yang biasa tak sengaja, sembari membuka buku dengan judul kisahku memperjuangkanmu. Pertama aku baca bibirku membentuk huruf "u" dengan gigi yang mulai cengar-cengir membayangkan kita dulu, saat kita masih sering bercanda bersama, saat kita masih sering keluar berdua dan saat kita masih bertukar kalimat mesra.
Semakin kubaca semakin pudar huruf "u" dan berubah menjadi huruf "n" disertai hembusan nafas panjang dan juga alisku yang mulai naik tegang, aku lupa dibagian awal pun aku sudah kesusahan sifatmu yang gampang berubah menjadi alasan utama aku gampang menyerah terlebih setelah aku mulai mengerti ada sosok lain yang dengannya kau mulai yakin..
Aku masih berusaha di pertengahan cerita mencoba untuk tidak kalah dengan dia sampai ternyata kau tak pernah lagi membalas pesanku. Kuhentikan sejenak membaca buku ini sebab hatiku ternyata belum kuat mengingatmu, lamanya waktu ternyata tak bisa mengobatinya.. pelan-pelan aku ingat kembali , melihatmu dengannya sungguh membuatku tak bisa tenang aku gelisah hingga pikiranku terbelah seorang teman bertanya padaku pun aku tak menghiraukan. Setelah melihatmu dengannya aku pun sering berada di kamar dan tak menghiraukan dunia luar tidur menjadi pelarianku terhadap perasaan yang lebur menjadi batu.
Di akhir cerita, penuntasan segala cerita.aku memutuskan untuk tak mengenalmu lagi dengan menghilang dari hidupmu dengan harapan aku akan melupakanmu, mencari cinta yang baru dan merasakan pesona gugup menunggu.. yah bisa di bilang aku sudah mendapatkan cinta walau akhirnya tetap ada kata perpisahan yang tercipta, dengan jelas aku yang sekarang sudah nyaman dengan kesendirianku, aku sudah tau konsep : sendiri lebih baik untuk orang egois .. bebas selepas lepasnya
Comments
Post a Comment