Berkecamuk rasa yang kusimpan semakin menumpuk, sayangnya belum ada perantara yang enggan menerima, dengan segala kekurangan yang bahkan menengoknya pun belum ada yang berkenan, sempat aku terpesona pada sesosok hati tapi mendekati aku belum berani, sebab perih dari masa lalu masih saja menggangu perasaanku, ini seperti rantai yang membuat perasaan hanya berani mengintai, dari jauh itu pun tak sepenuhnya, semakin kupikir semakin susah perasaan untuk mengukir, mengukir nama yang baru tetap saja aku terlampau tak berani menginjakkan hati dengan semangat terkunci..
Terbesit tanya yang besar, aku kah orangnya? Yang mungkin akan mendapatkan cinta yang sebenarnya, namun tentu saja jawaban yang benar adalah bukan! Bukan aku orangnya..
Mana mungkin gagak akan menemukan merpati yang tersesat, yang mau mendampingi dengan segala perbedaan pasti, merpati dengan segala keindahannya didamba oleh gagak yang dipandang pun tak mengenakkan apalagi di pelihara..
Dengan mengandai secara pintar sembari memantapkan hati dengan tujuan akan segera memiliki, sang gagak akan tau saatnya akan maju, namun untuk kali ini orangnya bukan aku, yah bukan aku.. Aku masih setia dengan bangkai penyesalan yang masih ku nikmati sebagai pendamping kesepian yang selalu menerjang.. Yang jelas aku orangnya? Masih bukan..
Comments
Post a Comment