Skip to main content

Proses panjang berharap pedulimu

Menepi diantara jalur mencintaimu, kekasihmu adalah alasan aku berhenti di zona jalur darurat memeriksa perasaan yang ternyata bocor kempes tak bersisa..

Terlampau lama memang ketika aku mulai melaju pelan tiba-tiba hubunganmu dengan dia terjadi menghadangku ditengah aku ingin memperjuangkan rasa..

Kau memilihnya dengan segala kehebatan yang ada, melupakan aku yang ternyata hanya pengisi notifikasi layar handphonemu ketika sepi, menendangku jauh-jauh  ketika aku mulai menunggu notifikasi darimu, menutup hati ketika kau punya yang baru untuk notifikasi..

Berbodoh ria dengan khayalan aku bisa menjadi dia yang kau inginkan, aku ada ketika kau butuh bantuan, aku siap menyemangatimu ketika kau butuh dorongan, namun semua hanya hal bodoh dalam khayalan..

Nyatanya aku hanya menikmati sesekali waktu bertemu denganmu ketika kau sudi meminta bantuanku, betapa bahagia ketika hal itu terjadi dan setelahnya kosong tak bersisa kembali..


Comments

Popular posts from this blog

Rendaman sepi

Iri dengki datang bersamaan dengan udara lewat tak sengaja menyentuh pipi, merasa tak waras dikasihani, ditertawai, diolok-olok oleh bayanganku sendiri. Aku pun ikut tertawa di dalam hati dan tidak lupa menggerakkan tanganku yang memegang sebungkus cairan gula bercampur teh yang ingin lewat ditenggorokan juga tidak lupa jari tangan yang lain terselip rokok yang siap dihisap. Kami tertawa bersama walau memang tidak ada yang ditertawakan sebenarnya, kadang terlalu sepi juga tidaklah enak dijalani bahkan mungkin kebebasan adalah kamuflase dari kesepian. Angan-angan ketinggian, harapan terlampau besar dan semua disulut api berupa kenyataan membakar, menghanguskan semua, diperbaiki dan tetap saja terendam sepi.

Penyendiri Kronis

Seseorang penyendiri melewati mimpi tanpa tertutup matanya, terbangun tanpa membuka mata, meneguk pahit sementara semua orang memakan manisan, mendengar bisikan sementara dia rindu kata yang jelas. Bosan sahabat baiknya, sedang bahagia pergi dengan mencaci maki, mengapa kau tak bertanya bagaimana mungkin? Pilihan sulit menjerumuskan katanya dengan menggaruk kulit di antara rambut. Mengapa tak menemukan pilihan baru, dia cuma debu yang ditiup kesana kemari oleh angin , entah angin buatan atau pun yang sejati .. Prasangka buruk pola pikirnya, entah teracuni apa yang sudah di alami ataupun memang naluri penyendiri, pemikiran sempit mungkin sudah sesak dengan kotak berisi harapan yang hilang hanyut dari permukaan bahagia..

Aku orangnya? Bukan!

Berkecamuk rasa yang kusimpan semakin menumpuk, sayangnya belum ada perantara yang enggan menerima, dengan segala kekurangan yang bahkan menengoknya pun belum ada yang berkenan, sempat aku terpesona pada sesosok hati tapi mendekati aku belum berani, sebab perih dari masa lalu masih saja menggangu perasaanku, ini seperti rantai yang membuat perasaan hanya berani mengintai, dari jauh itu pun tak sepenuhnya, semakin kupikir semakin susah perasaan untuk mengukir, mengukir nama yang baru tetap saja aku terlampau tak berani menginjakkan hati dengan semangat terkunci.. Terbesit tanya yang besar, aku kah orangnya? Yang mungkin akan mendapatkan cinta yang sebenarnya, namun tentu saja jawaban yang benar adalah bukan! Bukan aku orangnya.. Mana mungkin gagak akan menemukan merpati yang tersesat, yang mau mendampingi dengan segala perbedaan pasti, merpati dengan segala keindahannya didamba oleh gagak yang dipandang pun tak mengenakkan apalagi di pelihara.. Dengan mengandai secara pintar...