Skip to main content

Tetap sama

Kembali lagi setelah sekian lama menjalani hari mencoba mencari tempat untuk melabuhkan hati, ternyata sama saja selalu putar balik dengan alasan aku tidak bisa meluluhkan hatinya, selalu saja ada seseorang yang lebih mengalahkanku untuk mendapatkanmu, aku bukannya tidak mencoba memperbaiki diri dan mengabaikannya namun tetap sama saja yang dialami.

    Pernah ketika kita sering saling bertukar kata di hari-hari aku mulai menemukanmu, sepertinya cocok kataku kau sedang sendiri aku pun sama, mungkin kamu tertarik denganku akupun juga, dan aku merasakan seperti nge-klik denganmu dan hari-hari kulewati dengan selalu menyapa selamat pagi kepadamu walau hanya lewat chat saja.

    Dan kebosanan pun mulai datang karena hanya lewat chat saja kita dekat, mungkin ini kesalahku karena aku pengecut yang tak berani mendatangi rumahmu dan mengajak ngobrol langsung karena aku selalu merasa tidak percaya dengan diri sendiri yang takut engkau melihat segala kekuranganku.

    Hingga akhirnya semua terjadi juga, aku mendengar sebuah kabar ternyata kamu sudah ada yang memiliki apalagi sampai saling bertamu kerumah masing-masing, sontak dada ini sesak mendengarnya jadi ini alsan kamu mulai lama membalas pesanku, jadi ini alasan semua ceritaku tidak menarik lagi, dan sekali lagi aku tetap menerima semua keputusanmu karena asal kau bahagia ( lagu Armada hehe) aku juga turut bahagia, selamat dan semoga langgeng :D.

Tetap sama jika kau kembali,

Tetap sama aku selalu disini,

Tetap sama sepenuhnya aku untukmu,

Tetap sama namamu yang ada di doaku,

Dan tetap sama aku selalu mengharapkanmu.

 Lord sadboy (Fahri Skroep)


Comments

Popular posts from this blog

Overload

Keping demi keping kaset aku jejalkan kedalam cd-rom notebookku, entah dia kuat atau tidak menahan begitu banyak memori itu. Seperti hukum katalis sebab akibat, kita akan kuat jika tidak terlalu berat, mirisnya kenangan yang telah terlewat adalah salah satu penghancur memori sebenarnya. Di balik kenangan indah akan selalu terselip duri lancip yang menusuk jeroan hingga kenangan kenangan bahagia membusuk karena enggan.. Mendaur ulang semua ingatan pahit karena ruang semakin sempit, Hancukan dengan bom senyuman... Caci maki dengan kata2 kebahagiaan... Injak dengan perasaan yang enggan beranjak... Pergi dengan tujuan untuk kembali... Ntahlah... yang terjelas kini adalah selalu ada terik terang saat cahaya di sorotkan , walau kecil aku sudah berani mencicil. Langkah demi langkah aku coba menapakkan harapanku pada pijakan baru , menyusuri kerumunan yang penuh dengan nyanyian. Yang busuk tak selamanya tak berarti ia juga bisa menjadi pupuk untuk hati yang lelah menunggu ...

Penyendiri Kronis

Seseorang penyendiri melewati mimpi tanpa tertutup matanya, terbangun tanpa membuka mata, meneguk pahit sementara semua orang memakan manisan, mendengar bisikan sementara dia rindu kata yang jelas. Bosan sahabat baiknya, sedang bahagia pergi dengan mencaci maki, mengapa kau tak bertanya bagaimana mungkin? Pilihan sulit menjerumuskan katanya dengan menggaruk kulit di antara rambut. Mengapa tak menemukan pilihan baru, dia cuma debu yang ditiup kesana kemari oleh angin , entah angin buatan atau pun yang sejati .. Prasangka buruk pola pikirnya, entah teracuni apa yang sudah di alami ataupun memang naluri penyendiri, pemikiran sempit mungkin sudah sesak dengan kotak berisi harapan yang hilang hanyut dari permukaan bahagia..

Simple past tense

Ada harap cemas kala aku menorehkan pena, hingga suara kertas menghentakkan luka. Seperti dahulu ketika aku disampingmu, tanpa bahagia yg tertoreh hanya luka. Ada satu hal yg kuyakini bahwa kau tak sedang dimiliki, namun ketika aku berdiri di depan pintu yg kau beri hanya senyuman semu. Kepalsuanmu hinggap kala berjalannya waktu. Tanpa kusadari hadirnya menggeserku untuk terganti, engkau terdiam saat kutanya siapa ? Siapa dia ? Jawaban yang kau beri hanya sesuatu yg tak pasti. Lamunan hari selalu saja tentang senyum indah di bibirmu. Kipas yg berputar tak mampu mendinginkan hati yg bergetar, saat dia menggeserku tanpa tau siapa yg sedang didekatmu, aku tersadar terkapar tanpa sinar dimata bundar, yang ku tau adalah apa yg kau mau dan itu bukan aku... Mencintaimu.  Adalah kata kerja yang pernah kugunakan dengan penuh penyesalan. Mencintaimu, adalah melepas emosi kesempurnaan yang tertuju pada satu keindahan. Mencintaimu adalah mengubur segala rasa hingg...