Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2015

Overload

Keping demi keping kaset aku jejalkan kedalam cd-rom notebookku, entah dia kuat atau tidak menahan begitu banyak memori itu. Seperti hukum katalis sebab akibat, kita akan kuat jika tidak terlalu berat, mirisnya kenangan yang telah terlewat adalah salah satu penghancur memori sebenarnya. Di balik kenangan indah akan selalu terselip duri lancip yang menusuk jeroan hingga kenangan kenangan bahagia membusuk karena enggan.. Mendaur ulang semua ingatan pahit karena ruang semakin sempit, Hancukan dengan bom senyuman... Caci maki dengan kata2 kebahagiaan... Injak dengan perasaan yang enggan beranjak... Pergi dengan tujuan untuk kembali... Ntahlah... yang terjelas kini adalah selalu ada terik terang saat cahaya di sorotkan , walau kecil aku sudah berani mencicil. Langkah demi langkah aku coba menapakkan harapanku pada pijakan baru , menyusuri kerumunan yang penuh dengan nyanyian. Yang busuk tak selamanya tak berarti ia juga bisa menjadi pupuk untuk hati yang lelah menunggu ...

Mahasiswa semester tua

Kita punya pandangan istimewa tentang nilai, seakan nilai adalah alasan setiap posisi gontai. Naik turun tangga aku lakukan setiap hari demi kamuflase meraih prestasi, aku mulai resah tatkala membuat hati gundah, apa yang aku cari sebenarnya bukan berada disini, menyalahkan masa lalu akibat jurusan yang sepertinya keliru, menyalahkan waktu dan aku menjalaninya walau tak begitu mau.. Yah begitulah, sampai akhirnya aku sampai pada titik yang begitu membuat aku tak bisa berkutik, otakku terus di jejali tugas-tugas yang tak tau kata berhenti.. Aku mulai muak tetap tak bisa mengelak, menahan jeruji waktu sebab aku menemukan jalan buntu, mencoba kembali tetap terhalang perbedaan waktu itu dan masa kini.. aku harus ikhlas, iya aku tau dengan begitu jelas, alasan utamaku adalah orang tua yang dalam lamunan aku melihat mereka tersenyum bangga dan bahagia. Masa semester tua dengan kebisingan tugas, mengingat cinta ternyata sama-sama naas Kegagalan menyapa bukan hanya pada nilai yang...

Buku polos yang menunggu terisi

Merajut asa, melihatmu sungguh aku terpesona Seperti minum di siang hari, tenggorokanku tak akan pernah puas setelah di banjiri , oleh butir2 air yang mengalir menerobos masuk kedalam kerongkongan dan membasahi kenangan . kenanganku mulai basah bahkan didalamnya tidak ada lagi kata marah, kenangan yang basah aku jadikan tinta untuk cerita aku akan berubah. Yang ku butuhkan kini hanya buku yang akan kuisi dengan indah senyummu, melupakan segala masa lalu sembari bersama kita memulai yang baru, jiwaku yang biasanya berontak tak lagi mengamuk dalam teriak  Ia lebih tenang dia ternyata sudah tau betapa indahnya menunggu. menunggumu tanpa sabar, menunggumu untuk segera sadar.  Sadar bahwa aku dengan segala kekurangan ingin memberikan cinta yang penuh kesempurnaan .  Walau aku tak mempunyai materi sebanyak dia tapi aku percaya cintaku lebih berharga, cinta tak pernah mendustai tuannya. Segala perasaan sakit sebenarnya hanya ujian apakah aku k...

Lemak berkarat

Terasa berat ragaku untuk berlari, berlari tanpa mengingat segalanya pada tempo hari. Lemak ini menumpuk ibarat kenangan yang membuatku semakin terpuruk, menghimpit sesak pengharapanku padamu masih kencang berdetak. Mencoba membakar tumpukan lemak dengan berlari jauh dan mengelak, segala bahagiamu membuatku tercandu atas segala pelampiasan yang membuat tubuhku semakin bermekaran. Namun terlempar, pahitnya kenyataan membuat tubuh ini semakin lebar. Mungkin karena aku selalu kenyang atas segala kenangan, saat bersamamu sungguh indah hingga hati terguncah saat menyadari perihnya perbedaan arah antara kita yang terang-terangan kau ucapkan. Pada pengharapan baru aku mencoba menunggu, bahkan hingga ribuan waktu. Menyerahkan kepada alam hingga mengunduh segala hasil yang tertanam. Memandang dunia yang selalu di penuhi segala perubahan baru hingga adanya pengharapan baru Aku siap menunggu disini segala pemberian tuhan akan aku nikmati

Agree and dissagree

Berbisik menyuarakan keinginan hati menuju titik  Kala aku menyampaikan perasaan yang belum biasa aku utarakan Mengharapkanmu setuju atas segala bentuk perasaan, namun untukku hanya sebuah khayalan Dirimu yang tak peduli betapa lama aku ingin mengakhiri, perasaan ini mencekik harapan di teluk derita Sadarlah semua indahmu menerangi kegelapanku, cerita harimu layaknya nyanyian indah peri-peri di penghantar tidurku Jangan pikir aku bisa memejamkan mata ketika kau berhenti bercerita Menghentikan indahmu yang mengalir di hatiku adalah racun yg membunuhku Terhadap ketidakpastian bantulah aku untuk memahami Jangan pernah kau melangkah lagi Jangan isi hariku dengan menanti kabarmu Jangan sajikan aku campuran kecewa dan segala sakitnya merindu Setujui perasaanku nan berseri akan kusajikan untukmu indahnya dicintai

Asking permission

Memecah arah menengok kedepan, tergambar cerah sebuah harapan Menelusupkan sebuah perasaan kedalam hatimu yang terdalam Menggambar peta merajut asa, satu hati dengan sejuta rasa Semangatmu sampai kepadaku di suatu pagi  membuahkan hati yang berseri-seri bagai sentuhan matahari. Terasa hangat hampir tersengat memadu rasa dalam damba Tercemari warna pekat yang berbunga Siapkan ijin mengikat batin beriringan menghadapi hari bersama supaya angan tak menjadi hampa... Cinta hadirmu nyata memberi aku suatu nuansa untuk segera memilikimu Beri aku senyuman untuk segenap ketidaksempurnaan  Sambut hatiku dengan tangan mungilmu

Passive Voice

Dengar, suara mereka terdengar samar-samar Saling sapa tanpa tau entah mengapa.  Bergeming masuk menelusup ke ke organ paling dalam, sebelum mata menutup di ujung malam.  Menunggu kabar yang tak pernah kau sebar yang membuat aku kian bergetar tak tau diri tersadar Ini bukan tentang aku membencimu namun ini tentang kau terbenci untuk di rindu Ini bukan tentang aku yang menginginkanmu namun ini tentang kau yang sudah aku sesali Ini bukan tentang aku mencintaimu namun ini tentang kau yang telah dia miliki Dan ini bukan tentang aku yang mendendam namun ini tentang perasaan yang sudah tertendang Seperti sinar terasa hambar seperti pelangi yang turun setelah hujan reda di sore hari Indahmu terasa sempurna tanpa sedikitpun hambar yang tergambar apapun itu tentangmu adalah tentangmu bukan tentang dia.

Conditional sentences

Lihat ke atas dan sebuah cerita yang meretas, tercipta perencanaan yg tertuju pada persiapan. Aku selalu membayangkanmu di lamunan mimpi yang tak ingin aku akhiri, sebelum aku mengenalmu aku hilang tak terbayang arah untuk pulang. Terkedip mata tersadar semula ini hanya kalimat bukan sebuah nikmat. Mengandai-andai kupertaruhkan semua khayalku dengan pandai, membuang noda yang tak istimewa, memaparkan pikiran menjadi butiran tulisan yang berisi padamu aku sungguh menyayangi. Mengela nafas dan menginginkan ini belum tuntas. Terbangun terjerat imajinasi yg begitu ranum,  Andaikan ada yg mengisi semua pikiran Andaikan aku merasakan tulusnya rasa sayang Andaikan kau tak mengingkari semua yg kau janjikan Dan andaikan aku tak pernah menantikan  Mungkin imajinasiku akan berhenti dan untuk apapun aku telah terbangun :)

Simple past tense

Ada harap cemas kala aku menorehkan pena, hingga suara kertas menghentakkan luka. Seperti dahulu ketika aku disampingmu, tanpa bahagia yg tertoreh hanya luka. Ada satu hal yg kuyakini bahwa kau tak sedang dimiliki, namun ketika aku berdiri di depan pintu yg kau beri hanya senyuman semu. Kepalsuanmu hinggap kala berjalannya waktu. Tanpa kusadari hadirnya menggeserku untuk terganti, engkau terdiam saat kutanya siapa ? Siapa dia ? Jawaban yang kau beri hanya sesuatu yg tak pasti. Lamunan hari selalu saja tentang senyum indah di bibirmu. Kipas yg berputar tak mampu mendinginkan hati yg bergetar, saat dia menggeserku tanpa tau siapa yg sedang didekatmu, aku tersadar terkapar tanpa sinar dimata bundar, yang ku tau adalah apa yg kau mau dan itu bukan aku... Mencintaimu.  Adalah kata kerja yang pernah kugunakan dengan penuh penyesalan. Mencintaimu, adalah melepas emosi kesempurnaan yang tertuju pada satu keindahan. Mencintaimu adalah mengubur segala rasa hingg...